War Tiket 17 Agustus 2026 di Istana Negara: Dimana Daftarnya?


 War Tiket 17 Agustus 2026 di Istana Negara: Daftar di Mana?


Tiket 17 Agustus di Istana Negara menjadi pencarian yang ramai menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Banyak orang mencari tahu di mana harus mendaftar dan apakah harus membayar untuk mendapatkan undangan.


Daftar War Tiket 17 Agustus 2026 di Mana?


Pendaftaran undangan upacara HUT ke-81 RI dilakukan secara online melalui portal resmi Pandang Istana Presiden.


Link resmi Pandang Istana Presiden:

https://pandang.istanapresiden.go.id


Pendaftaran dibuka mulai 5 Agustus 2026 dan kemudian diperpanjang hingga 9 Agustus 2026. Pendaftaran dibuka mulai pukul 10.00 WIB dan ditutup ketika kuota terpenuhi.


Namun, per 11 Agustus 2026 pendaftaran tersebut sudah berakhir. Jadi, jika Anda baru mencari link untuk ikut war tiket sekarang, pendaftaran reguler sudah tidak tersedia.


Apakah Tiket Ini Berbayar?


Tidak. Tiket yang dikeluarkan situs resmi Pandang Istana diatas gratis.


Kementerian Komunikasi dan Digital telah menyatakan bahwa informasi yang menyebut masyarakat harus membayar untuk mendapatkan tiket atau undangan upacara HUT ke-81 RI di Istana adalah hoaks. Masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan undangan dengan meminta uang.


Berapa Kuota yang Disediakan?


Pemerintah awalnya menyediakan 8.100 kursi untuk masyarakat. Antusiasme sangat tinggi. Jumlah pendaftar dilaporkan mencapai sekitar 336 ribu orang, sehingga pemerintah menyiapkan tambahan kuota.


Yang perlu diwaspadai adalah adanya fenomena War Tiket dari masyarakat yang sebelumnya sudah mendapat tiket untuk menghadiri upacara 17 agustus nanti di Istana Negara. Kemungkinan sebagian warga bisa menjual tiket yang sudah didapatnya tersebut ke pihak lain dengan sistem "harga tertinggi angkut".


Bagi anda yang baru tahu sekarang tentang tiket menghadiri upcara 17 agustus di Istana Negara dan tidak kebagian tiket dan sedang hunting tiket. Pastikan bahwa anda mencari tiket undangan asli yang dikeluarkan oleh pemerintah demi mengindari kerugian di kemudian hari.

-->